Mengenal Masjid Raya Sheikh Zayed di Gilingan, Solo yang Diresmikan 14 November 2022

Masjid Raya Sheikh Zayed yang telah dibangun di Jl. Ahmad Yani, Gilingan, Solo, akan segera diresmikan pada Senin (14/11/2022). Masjid Raya Sheikh Zayed merupakan hadiah yang diberikan Pangeran Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan untuk Indonesia. Sebelum Presiden Jokowi bertolak ke Bali untuk menghadiri KTT G20, Jokowi akan meresmikan Masjid Raya Sheikh Zayed bersama Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan.

Awalnya, peresmian Masjid Raya Sheikh Zayed dilakukan pada Kamis, 17 November, namun telah diajukan tiga hari lebih awal. Mengutip Kompas.com , Wali Kota Solo Gibran Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, peresmian akan dilakukan pada pagi hari tanggal 14 November 2022. Sehingga, fasilitas parkiran dan pengerjaan lainnya yang belum selesai akan ditargetkan rampung sebelum tanggal peresmian.

"Bisa. Tinggal ngebut," ucap Gibran. Tak hanya itu, rencananya juga akan dilakukan pengukuhan para pengelola, seperti imam Masjid Raya Sheikh Zayed, Solo. Masjid Raya Sheikh Zayed adalah simbol persahabatan Arab Saudi dengan Indonesia yang dihibahkan dari Pangeran UEA Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan.

Dikutip dari Kompas.com , Masjid Raya Sheikh Zayed mulai dibangun setelah peletakan batu pertama pada 6 Maret 2021. "Masjid yang punya nilai sejarah kontemporer ini akan didedikasikan kepada seluruh umat Islam dan dikelola oleh Pemerintah RI. Masjid ini insya Allah akan membawa manfaat yang besar kepada masyarakat," jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas saat peletakan batu pertama pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed. Tak hanya tempat sholat dan ruang wudhu, fasilitas Masjid Raya Sheikh Zayed terbilang lengkap.

Seperti adanya fasilitas perpustakaan, kamar mandi (toilet), ruang taman, ruang transit VIP dan ruang pengelola. Selain sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Sheikh Zayed diproyeksikan untuk pusat kegiatan dakwah, sosial dan pembinaan umat. Di lingkungan masjid terdapat juga Islamic Center yang memiliki fasilitas pendidikan agama.

Yaitu Taman Pendidikan Al Quran (TPA), tempat tafsir Al Quran, dan madrasah. Kemudian juga terdapat tempat pengembangan ekonomi syariah, yaitu dengan tersedianya toko menjual produk halal. Sebagai informasi, Masjid Raya Sheikh Zayed adalah replika dari Sheikh Zayed Grand Mosque di Abu Dhabi, UEA.

Maka dari itu, arsitektur Masjid Raya Sheikh Zayed tentu dibuat mirip dengan masjid aslinya di Abu Dhabi, UEA. Dengan luas sekitar 8.000 persegi, Masjid Raya Sheikh Zayed mampu menampung 10.000 jemaah, menurut Proses pembangunan proyek Masjid Raya Sheikh Zayed Solo, memakan waktu sekitar 1,5 tahun dengan target rampung 2022.

Keunikan arsitektur serta kemegahan Masjid Raya Sheikh Zayed dapat juga dijadikan obyek wisata dan sumber devisa. "Seperti kita ketahui bersama bahwa masjid itu merupakan simbol dari arsitektur yang begitu istimewa, bukan hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga menjadi destinasi wisata. Masjid yang dibangun di sini bukan hanya mencerminkan ketinggian dari arsitektur bangunan tetapi juga bisa menjadi sumber devisa," jelas Menteri Energi dan Industri UEA Suhail Mohammed Al Mazroui. Dikutip dari , dana yang dikeluarkan pemerintah UEA dalam pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sekitar USD20 juta atau hampir Rp300 miliar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *